.quickedit {display:none;}

Selasa, 06 November 2012

CaT BeTe






http://www.bankmandiri.co.id/;




CaT BeTe itulah namanya, saya ambil nama ini dari sebuah singkatan yaitu Cacing tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak. Adalah sejenis pakan ikan lele terintegrasi dari bahan-bahan Cacing tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak. Tentu saja ide ini hanyalah sebatas pemikiran saya yang belum teruji keabsahannya karena belum melewati sejumlah penelitian dan percobaan lapangan. Namun pencetusan ide ini bukan tanpa landasan sama sekali, landasannya adalah teori yang pernah saya baca di beberapa literatur tentang kandungan dari empat elemen dari Cacing tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak.

Untuk cacing tanah sendiri kandungan proteinnya menembus 80% persen lebih, ya tentunya kita tahukan bahwa protein mempunyai fungsi selain menghasilkan energi ia juga mampu meregenerasi sel yang telah rusak bukan. Dalam dunia fitnes sendiri protein sangat penting dalam pembentukan masa otot. So, bukan tidak mungkin apabila cacing tanah yang kaya akan protein ini dipakai pakan lele, tentu akan cepat besar bukan lele yang kita budidayakan.

Komponen penting berikutnya adalah teletong kerbau(kotoran kerbau), berdasarkan observasi saya pada pembudidaya lele di daerah Lamongan mereka memberi makan lele yang sudah seukuran 2 jari dengan panjang kira kira satu setengah jari telunjuk dengan teletong, dan hasilnya luar biasa. Mereka mengatakan lele menjadi rakus dalam makan dan pertumbuhannya pun pesat yakni 1 lele mampu mencapai berat lebih dari 950 gram dalam waktu 1.5 bulan pemberian makan teletong kerbau secara intensif(pagi, siang, malam). Namun teletong kerbau tadi tidak langsung dikasihkan ia harus dikeringkan dulu dengan dicampur sekam padi. Setelah kering barulah siap di berikan ke lele.

Belatung mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi yakni sekitar 40%. Dengan kandungan protein yang sebesar itu tentu sangatlah potensial untuk pakan budidaya ikan lele. Karena memang lele sendiri adalah hewan yang sangat rakus. Tentu belatung tadi tidak serta merta langsung diberikan dalam keaadaan hidup, namun dikeringkan untuk menjadi tepung agar bisa di berikan ke lele. Memang sih belatung identik dengan hewan menjijikkan tapi kalau melihat lele yang tumbuh besar dengan cepat hingga meraup rupiah dalam jumlah banyak apa ya masih jijik kita dengan limpahan uang tersebut!

Yang terakhir adalah temulawak, tumbuhan yang satu ini mempunyai khasiat sangat banyak, bahkan penyakit liver papa saya sembuh total akibat rajin mengonsumsi air rebusan temulawak. Selain menyembuhkan liver temulawak terkenal sebagai ramuan pendongkrak nafsu makan, so bagi anda yang pengen segera gemuk silahkan dicoba mengonsumsi temulawak rutin 3x sehari, saya garansi nafsu makan anda akan meningkat pesat. Sekarang kita bermain logika, jika temulawak mempunyai efek mendongkrak nafsu makan pada manusia, tentu tidak akan perbedaan pada hewan bukan.

Nantinya CaT BeTe sendiri akan diolah dalam bentuk pempek, tidak alasan khusus mengapa saya membentuknya menjadi pempek, karena yang pertama saya sangat suka pempek, dan yang kedua nantinya tidak hanya manusia saja yang bisa menikmati sajian pempek, lele pun juga bisa. Ilustrasi pembuatan pakan lele CaT BeTe mengkikuti langkah bagan gambar paling bawah tulisan ini:

Nb: Pencampuran dengan tepung terigu selain untuk menambah daya rekat adalah untuk memasukkan kandungan karbohidrat.

CaT BeTe sangat murah untuk diproduksi, karena semua elemennya dapat kita usahakan sendiri tanpa membeli mulai dari Cacing Tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak, bahkan tepung terigunya pun bisa kita buat sendiri jika kita mau. Pakan ini memenuhi semua aspek bisnis yaitu harganya yang murah, pembuatannya yang mudah serta kandungan gizinya yang lengkap sehingga sangat potensial untuk pakan lele. Lele yang cepat tumbuh masa panennya pun menjadi singkat pada gilirannya pembudidaya dapat memanen secara rutin sehingga pendapatan semakin tinggi, mengingat permintaan akan ikan lele di pasaran yang sangat stabil. Jika ini terjadi pembudidaya tak hanya beternak lele saja, namun mampu swasembada pakan CaT BeTe juga bahkan bisa sekaligus jualan pakan, sehingga mengurangi ketergantungan pakan pabrik yang berbahaya. Inovasi adalah alat, kemandirian adalah kewajiban, sudah saatnya Indonesia mandiri bersama inovasi!  





“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar