http://www.bankmandiri.co.id/;
CaT
BeTe itulah namanya, saya ambil nama ini dari sebuah singkatan yaitu Cacing tanah,
Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak. Adalah sejenis pakan ikan lele
terintegrasi dari bahan-bahan Cacing tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan
Temulawak. Tentu saja ide ini hanyalah sebatas pemikiran saya yang belum teruji
keabsahannya karena belum melewati sejumlah penelitian dan percobaan lapangan. Namun
pencetusan ide ini bukan tanpa landasan sama sekali, landasannya adalah teori
yang pernah saya baca di beberapa literatur tentang kandungan dari empat elemen
dari Cacing tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan Temulawak.
Untuk
cacing tanah sendiri kandungan proteinnya menembus 80% persen lebih, ya
tentunya kita tahukan bahwa protein mempunyai fungsi selain menghasilkan energi
ia juga mampu meregenerasi sel yang telah rusak bukan. Dalam dunia fitnes
sendiri protein sangat penting dalam pembentukan masa otot. So, bukan tidak
mungkin apabila cacing tanah yang kaya akan protein ini dipakai pakan lele,
tentu akan cepat besar bukan lele yang kita budidayakan.
Komponen
penting berikutnya adalah teletong kerbau(kotoran kerbau), berdasarkan
observasi saya pada pembudidaya lele di daerah Lamongan mereka memberi makan
lele yang sudah seukuran 2 jari dengan panjang kira kira satu setengah jari
telunjuk dengan teletong, dan hasilnya luar biasa. Mereka mengatakan lele
menjadi rakus dalam makan dan pertumbuhannya pun pesat yakni 1 lele mampu
mencapai berat lebih dari 950 gram dalam waktu 1.5 bulan pemberian makan
teletong kerbau secara intensif(pagi, siang, malam). Namun teletong kerbau tadi
tidak langsung dikasihkan ia harus dikeringkan dulu dengan dicampur sekam padi.
Setelah kering barulah siap di berikan ke lele.
Belatung
mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi yakni sekitar 40%. Dengan kandungan
protein yang sebesar itu tentu sangatlah potensial untuk pakan budidaya ikan
lele. Karena memang lele sendiri adalah hewan yang sangat rakus. Tentu belatung
tadi tidak serta merta langsung diberikan dalam keaadaan hidup, namun
dikeringkan untuk menjadi tepung agar bisa di berikan ke lele. Memang sih
belatung identik dengan hewan menjijikkan tapi kalau melihat lele yang tumbuh
besar dengan cepat hingga meraup rupiah dalam jumlah banyak apa ya masih jijik
kita dengan limpahan uang tersebut!
Yang
terakhir adalah temulawak, tumbuhan yang satu ini mempunyai khasiat sangat
banyak, bahkan penyakit liver papa saya sembuh total akibat rajin mengonsumsi
air rebusan temulawak. Selain menyembuhkan liver temulawak terkenal sebagai
ramuan pendongkrak nafsu makan, so bagi anda yang pengen segera gemuk silahkan
dicoba mengonsumsi temulawak rutin 3x sehari, saya garansi nafsu makan anda
akan meningkat pesat. Sekarang kita bermain logika, jika temulawak mempunyai
efek mendongkrak nafsu makan pada manusia, tentu tidak akan perbedaan pada
hewan bukan.
Nantinya
CaT BeTe sendiri akan diolah dalam bentuk pempek, tidak alasan khusus mengapa
saya membentuknya menjadi pempek, karena yang pertama saya sangat suka pempek,
dan yang kedua nantinya tidak hanya manusia saja yang bisa menikmati sajian
pempek, lele pun juga bisa. Ilustrasi pembuatan pakan lele CaT BeTe mengkikuti
langkah bagan gambar paling bawah tulisan ini:
Nb: Pencampuran dengan
tepung terigu selain untuk menambah daya rekat adalah untuk memasukkan
kandungan karbohidrat.
CaT
BeTe sangat murah untuk diproduksi, karena semua elemennya dapat kita usahakan
sendiri tanpa membeli mulai dari Cacing Tanah, Teletong kerbau, Belatung, dan
Temulawak, bahkan tepung terigunya pun bisa kita buat sendiri jika kita mau. Pakan
ini memenuhi semua aspek bisnis yaitu harganya yang murah, pembuatannya yang
mudah serta kandungan gizinya yang lengkap sehingga sangat potensial untuk
pakan lele. Lele yang cepat tumbuh masa panennya pun menjadi singkat pada
gilirannya pembudidaya dapat memanen secara rutin sehingga pendapatan semakin
tinggi, mengingat permintaan akan ikan lele di pasaran yang sangat stabil. Jika
ini terjadi pembudidaya tak hanya beternak lele saja, namun mampu swasembada
pakan CaT BeTe juga bahkan bisa sekaligus jualan pakan, sehingga mengurangi
ketergantungan pakan pabrik yang berbahaya. Inovasi adalah alat, kemandirian
adalah kewajiban, sudah saatnya Indonesia mandiri bersama inovasi!
“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya pribadi dan bukan merupakan jiplakan.“


Tidak ada komentar:
Posting Komentar