.quickedit {display:none;}

Selasa, 06 November 2012

“Tentara Khusus Dari Surga”




Masih ingat dibenak saya akan idiomatis “jangankan yang halal, yang haram saja susah”. Ya, bait ungkapan diatas inilah yang menimbulkan kontradiksi yang dipersepsikan negatif oleh orang-orang terlaknat macam koruptor. Mereka menganggap mencari jalan hidup di jalur halal sangat sulit dan penuh dengan pesaing sehingga yang ada di benak koruptor adalah bagaimana jalur halal tadi dibelokkan menjadi jalur haram dan nista. Mereka membentuk koloni tersendiri, menyamakan visi dan misi serta ideologi koruptor kepada anggota yang sepaham untuk mencapai tujuan bersama yakni menjadi kayaraya lewat jalan tol.
Pergerakan mereka semakin beringas saja akhir-akhir ini, semakin membabi buta dalam mengkorupsi dana negara. Seakan tidak sadar di luar sana ribuan masyarakat Indonesia golongan ekonomi bawah semakin melarat akibat oleh tindakan pasukan koruptor. Butuh pemberantasan nyata serta tindakan tegas untuk menghapus mereka dari medan damai nan “bersih” bumi pertiwi Indonesia. Beruntung Indonesia mempunyai lembaga pemberantasan korupsi macam KPK, namun sayangnya peran KPK semakin dikebiri akhir-akhir ini, banyak yang tidak suka dengan manuver “liar” KPK dalam memberantas korupsi termasuk orang-orang yang anggotanya terlibat dan sedang disidik oleh penyidik KPK. Sebut saja kasus simulator sim, bisa-bisanya POLRI itu mencampuri dan mengintimidasi KPK.
Berawal dari keprihatinan itu maka saya Wira Dibya Ratno Pama, calon ketua KPK 2020 siap memberantas dan membumi hanguskan koruptor sampai akarnya. Melalui program saya Tentara surga yang akan saya ulas di bawah ini.
Memberantas Korupsi ibarat sedang berperang melawan segerombolan pasukan dari neraka. Saya katakan dari neraka karena tindakan dan kelakuan mereka yang menyengsarakan dan memiskinkan rakyat tidak ada ubahnya seperti iblis, lebih nista dan hina dari iblis malah. Untuk itu pasukan KPK yang saya pimpin nantinya harus benar-benar yang mempunyai ideologi bersih yang tidak nafsu duniawi, karena nafsu duniawi bersumber dari hati. Oleh karena mereka tidak punya hati maka mereka akan bekerja hanya berdasarkan instrusksi saya. Sehingga segala eksekusi dijalani dengan baik tanpa melibatkan perasaan. Pasukan KPK yang saya pimpin saya ibaratkan pasukan malaikat yang didatangkan dari surga. Dan mereka tentunya siap dengan segala konsekuensi menjadi pasukan pemberantas kelaknatan, termasuk yang berkaitan dengan nyawa mereka. Hal ini bisa dimaklumi sebab banyak orang yang tidak suka jika kebebasan berkorupsi dihalang halangi, sehingga mereka melakukan berbagai cara untuk melenyapkan KPK termasuk ancaman nyawa.
Langkah pertama saya sebagai calon ketua KPK adalah memastikan anggota saya bersih dengan melaporkan total kekayaan mereka sebelum menjadi anggota KPK, caranya dengan mempersilahkan badan seperti BPK melakukan kroscek kesesuaian data dengan laporan. Setelah semua anggota saya di cek hasil laporan harus di publikasikan ke media. Langkah kedua saya beri nama gerakan 1000 pedang samurai, tujuannya semua pejabat negara yang terbukti korupsi akan mengakhiri nyawanya dengan samurai tersebut, yakni dengan dipenggal di leher yang wajib disaksikan oleh keluarga, peserta pendidikan jenjang SD,SMP, SMA, Mahasiswa. Tujuannya memberi pelajaran berharga bahwa korupsi adalah tindakan keji dan akan berakhir hidupnya dengan samurai.
Jika ada yang mendebat hal itu melanggar HAM, maka akan saya jawab lebih baik mengorbankan 1 koruptor daripada diluar sana ribuan hak memperoleh pendidikan layak, hak mendapatkan BLT, hak memperoleh beras raskin , hak memperoleh pengobatan gratis yang semestinya dinikmati rakyat miskin harus lenyap sia-sia karena dikorupsi oleh seorang koruptor. Langkah ketiga adalah meminta kebijakan presiden agar KPK memperoleh perlindungan dan kebebasan independen dalam melaksanakan penyidikan dan penyelidikan terhadap tersangka korupsi. Akhir-akhir ini peran KPK semakin dikekang dan dibatasi pergerakannya, parahnya presiden yang menjabat sekarang seolah kurang cepat dalam bergerak. Padahal beliau sendiri yang berjanji akan menumpas koruptor. Selain memeinta kebebasan dalam penyidikan saya meminta kepada presiden untuk meminta perlindungan terhadap keluarga anggota KPK dari ancaman, dan saya tegaskan itu tidak termasuk saya, karena saya sudah ada yang menjamin yakni Alloh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Langkah keempat saya bekerjasama dengan semua pimpinan menteri, pimpinan DPR, pimpinan BUMN, dan pimpinan pejabat yang dalam roda politik dan perekonomian Indonesia untuk wajib melaporkan semua kekayaan anggotanya termasuk dirinya sendiri sebelum dan sesudah masa jabatan, tidak terkecuali yang sudah pensiun. Kalau ada indikasi korupsi akan langsung saya sidik sampai terbukti benar tidaknya dugaan tersebut. Kalo terbukti tersangka harus berakhir dengan samurai di depan umum.
Langkah kelima adalah menuntaskan kasus-kasus besar yang sudah lama seperti Century, Hambalang, dan lain-lain. Tujuannya adalah semasa kepemimpinan saya nanti penyelesaian kasus korupsi tidak pandang bulu, baik yang telah usang maupun yang baru. Yang usang pun kalau merugikan negera trilyunan rupiah ya harus dicari pelakunya dan diakhiri hidupnya dengan samurai.
Langkah keenam adalah menerbitkan buku KPK yang isinya himbauan dan peringatan kepada semua elemen masyarakat akan bahaya korupsi karena pelakunya akan berkahir dengan sabetan pedang di leher. Diharapkan akan mengedukasi dan memberi shock terapi kepada masyarakat luas untuk tidak melakukan korupsi jika tidak ingin berakhir sama di pedang samurai. Langkah ketujuh adalah memfilmkan semua kejadian saat para tersangka di eksekusi dengan pedang samurai dan mewajibkan di putar di seluruh bioskop di Indonesia dan mewajibkan pula kalangan pelajar(SD, SMP, SMA, Mahasiswa) untuk menonton.
Langkah ketujuh adalah menetapkan hukuman memenggal dengan samurai di leher pada terdakwa korupsi lama yang sudah diadili terlebih dulu dengan mengganti hukuman mereka, karena pada dasarnya jika yang sudah diadili dan sudah dipenjara tidak dipenggal dengan samurai juga maka akan timbul ketidakadilan. Pada prinsipnya dalam masa jabatan saya semua koruptor tidak bisa lolos dan harus diperlakukan dengan adil, adil dalam artian jika satu dihukum potong leher maka semua tersangka koruptor baik baru maupun lama harus sama juga.
Langkah kedelapan adalah bekerjasama dengan dinas pendidikan agar kurikulum bebas korupsi harus menjadi bagian kurikulum dinas pendidikan. Programnya berupa pengerjaan UNAS jujur ataupun seleksi SNMPTN jujur, sebab perilaku korupsi lahir akibat ketidakjujuran dan kecurangan yang bisa di bentuk di bangku sekolah. Dan peserta didik yang melanggar atau curang dikenakan sanksi berupa tidak lulus, dan tidak boleh mengikuti ujian yang sejenis atau setara dimanapun dan kapanpun dan untuk siapapun.
Langkah kesembilan adalah bekerja sama dengan semua elemen lembaga negara yang berhubungan dengan pemerintahan agar mau menyederhanakan proses birokrasi yang berbelit dan berkelit. Karena selama ini proses birokrasi di Indonesia yang berbelit dan berkelit telah menjadi labang subur untuk budidaya korupsi. Bahkan telah menjadi trendsetter tersendiri di kalangan masyarakat bahwa pengurusan dokumen-dokumen kalau tidak diberi “uang pelumas” biasanya tidak selesai-selesai atau tidak dihiraukan.
Langkah kesepuluh adalah dengan mengawal ketat jalannya seleksi kedinasan ataupun PNS yang selama ini menjadi “bisnis baru” dalam hal suap menyuap. Banyak yang mengeluarkan uang banyak untuk menjadi PNS atau untuk bisa masuk kedinasan tertentu di Indonesia, dan itu sudah menjadi hal yang biasa dilakukan secara berjamaah.
Langkah kesebelas adalah memenjarakan seumur hidup kepada pihak yang terbukti dengan sengaja, menyembunyikan dan melindungi koruptor. Dengan dasar orang yang menyembunyikan dan melindungi koruptor berarti ia sama bejatnya dengan koruptor, bahkan lebih bejat. Sudah tahu koruptor tetapi masih dilindungi.
Langkah keduabelas adalah mengawal dan mengawasi kesebelas kebijakan dengan ketat dan tegas. Agar semua kebijakan yang sudah direncanakan dapat di pertanggungjawabkan nanti di akhir masa kerja dan jabatan saya. Selain itu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu kooperatif dalam hala pemberantasan korupsi demi terwujudnya indonesia kayaraya dan bersih.
Indonesia sangat cepat dalam melahirkan imuwan-ilmuwan muda hebat dan cerdas, namun pertumbuhannya ternayata masih kalah cepat dengan koruptor-koruptor muda bengis dan kejam. Terserah kita mau kita arahkan kemana masa depan bangsa yang pernah disegani dan diperhitungkan oleh negara barat ini!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar